Kamis, 02 Desember 2021

ABSTRAK PEMBERIAN ZPT UNTUK PERTUMBUHAN CEMPAKA PUTIH

ABSTRAK Ulum, Moh. Bakhrul. 2019.

 

Pengaruh Pemberian Zat Pengatur Tumbuh Auksin Jenis IBA dan NAA Terhadap Pertumbuhan Akar Tanaman Cempaka Michelia champaca L. dengan Teknik Stek mikro.

 

Skripsi, Jurusan Biologi Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang. Pembimbing Biologi : Dr. H. Eko Budi Minarno, M.Pd ; Pembimbing Agama : Ach. Nasihuddin, M.A.

 

Kata kunci: Stek mikro (micro cutting), Auksin, IBA, NAA, Michelia champaca L. Pohon cempaka berpotensi penghasil kayu. Secara fisik kayu cempaka merupakan kayu kelas II, kayu awet dan disukai untuk bahan bangunan. teknik stek mikro salah satu cara yang dapat dilakukan untuk memperbanyak tanaman Cempaka. Zat pengatur tumbuh yang diaplikasikan dalam penelitian ini yaitu IBA dan NAA. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pemberian Auksin IBA dan NAA terhadap stek hidup, pertumbuhan akar dan konsentrasi yang efektif pada tanaman Cempaka melalui teknik stek mikro. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL), dengan memotong pucuk tanaman Cempaka sepanjang 10cm, Direndam dalam IBA dan NAA konsentrasi 0ppm, 100ppm, 200ppm, 300ppm, dan 400ppm. Kemudian ditanam pada floral foam, ditutup dengan plastik selama 1 bulan. Parameter yang di ukur adalah persentase stek hidup (%), persentase stek berakar (%), jumlah akar, dan panjang akar. Hasil penelitian dianalisis menggunakan One Way Anava 0,5% dan di uji lanjut dengan DMRT. Hasil penelitian diperoleh dari pemberian auksin IBA dan NAA terhadap pertumbuhan Cempaka melalui stek mikro berpengaruh terhadap semua parameter yang diujikan. Jenis auksin dan konsentrasi yang efektif untuk menumbuhkan Cempaka dengan teknik stek mikro adalah IBA 400ppm dengan persentase stek hidup 75%, persentase stek berakar 75%, jumlah akar 6-9 helaian akar dengan persentase rata-rata 5,75%, rata-rata panjang akar 2,5cm. Sedangkan, pada pemberian auksin NAA paling baik pada pemberian konsentrasi NAA 100ppm dimana di konsentrasi tersebut paling efektif untuk pertumbuhan akar stek Cempaka. dengan persentase stek hidup 100%, persentase stek berakar 100%, jumlah akar 3-4 helaian akar dengan persentase rata-rata 3,5% dan ratarata panjang akar 4,75cm. xvi ABSTRACT Ulum, Moh. Bakhrul. 2019. The Effect of The Growth Hormone of Auxin Type IBA and NAA on The Growth of Roots Cempaka (Michelia champaca L.) With Micro Cutting Techniques. Thesis, Department of Biology Faculty of Science and Technology State Islamic University Maulana Malik Ibrahim Malang. Biologist : Dr. Eko Budi Minarno, M.Pd; Religious Counselor : Ach. Nasihuddin, M.A Key words: Microcutting, IBA, NAA, Cempaka (Michelia champaca L.) Cempaka trees (Michelia champaca L.) have the potential to produce wood. Mechanically and physically cempaka wood is a strong class II, this wood is very durable and preferred for home building materials (Mandang dan Pandit, 1997). The way that can be done for cempaka cultivation is with micro cuttings (propagation with shoots or buds with additional growth regulatory hormone). growth regulatory hormone is applied in this research is IBA and NAA to determine the type of growt h regulatory hormone and concentration of rooting plant Cempaka (Michelia champaca L.) This research is experimental, cutting bud plant along 10 cm, Then smeared tip with IBA and NAA: 0 ppm, 100 ppm, 200 ppm, 300 ppm, dan 400 ppm. Then plug into the floral foam. Explan which is stepped on the sand medium and manure by comparison 2:1 and closed with UV plastic during 1 month. Measured parameter includes: percentage of cutting life (%), percentage of cuttings rooted (%), a number of root, and root length. This research results obtained the effect of the growth hormone of auxin type iba and naa on the growth of roots Cempaka (Michelia champaca L.) with micro cutting techniques, influenced to all parameter. Type of auxine and concentration most effective for growing Cempaka (Michelia champaca L.) with microcutting technique is IBA 400 ppm in percentage of cutting life 75 %, percentage of cuttings rooted 75 %, a number of root 6 - 9 of root around percentage 5,75 % and root length 2,5 cm. while, of auxin type NAA is best at giving a concentration of NAA 100 ppm because the concentration is most effective for the growth of cuutings Cempaka (Michelia champaca L.) in percentage of cutting life 100 %, percentage of cuttings rooted 100 %, a number of root 3 - 4 of root around percentage 3,5 % dan rata- and root length 4,75 cm. then using NAA in low concentration is the most effective for cultivation of tree Cempaka (Michelia champaca L.)

Senin, 17 Juni 2013

mini riset pupuk cangkang telur

 BAB I
 PENDAHULUAN
1.1  Latar Belakang Masalah


Permasalahaan yang dihadapi oleh para petani saat ini adalah dengan mahalnya harga pupuk tanaman di pasaran. Mahalnya harga pupuk menyebabkan perekonomian para petani menjadi meurun.  Krisis ekonomi inakan   menyebabka terjadinya petani menjadi miskin dan tidak bisa membiayai keuaganya untuk kebutuhan pokok sehari-hari. Belum tentu hasil yang di dapatkan dari hasil panen itu memuaskan karna banyak hama-hama yang menyerang tanaman mereka semakin banyak. maka, Hal ini mendorong penulis untuk meneliti masalah tersebut melalui tesis yang bertitel: Pengaruh cangkang telur terhadap pertumbuhan tanaman kacang tanah.
Telur ayam merupakan sumber protein yang banyak dikonsumsi oleh masyarakat luas.. Biasanya telur hanya dimanfaatkan isinya dan cangkang atau kulitnya dibuang. Sejauh ini limbah kulit telur belum dimanfaatkan di bidang pertanian. padahal 97% kandungan kalisum pada kulit telur berpotensi sebagai agensia pengimbas   ketahanan   tanaman  terhadap   penyakit   lay Fusarium   (umar. 2000).
Cangkang telur mengandung hampir 95,1% terdiri atas garam-garam organik, 3,3% bahan organik (terutama protein) 1,6% air. Sebagian besar bahan organik terdiri atas persenyawaan Calsium Karbonat (CaCOᴣ) sekitar 98,5% dan Magnesium Karbonat (MgCOᴣ) sekitar 0,85% (umar. 2000).
Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap pola Faktorial, yang terdiri dari 1 faktor perlakuan yaitu dengan pemberian pupuk cangkang telur yang terdiri dari 1 taraf yaitu ( ½ gelas aqua /polybag). Variabel  yang diamati dalam penelitian ini adalah tinggi batang Dan lebar batang pertanaman. Hasil penelitian menunjukkan pemberian tepung cangkang telur memberikan pertumbuhan dan hasil yang berbeda terhadap tanaman kacang tanah pada tanah biasa.
.
            1.2 Rumusan Masalah
                         Rumusan masalah dari penelitian ini adalah:
1.      Bagaimana pengaruh cangkang telur terhadap pertumbuhan batang tanaman kacang tanah.



1
1 .3 Tujuan Penelitian.
            Penelitian ini bertujuan untuk:
1.      Meningkatkan pertumbuhan batang pada tanaman kacang tanah.
1.4 Kegunaan Penelitian

Untuk memberikan pandangan terhadap para petani kacang tanah bahwa cangkang telur juga dapat diolah menjadi pupuk yang berkualitas.

             1.5 Manfaat akademis

Penelitian ini erat hubungannya dengan mata kuliah Biologi, sehingga dengan melakukan  penelitian  ini diharapkan  penulis dan semua pihak yang berkepentingan dapat lebih memahaminya.

1.6 Manfaat dalam implementasi atau praktik.

Penelitian   ini  memfokuska kepada kalangan petani, sehingga diharapkan para petani bisa menggunakan pupuk tersebut dengan tidak mengeluarkan uang banyak-banyak.

1.7 Hipotesis
Cngkang telur dapat mempercepat pertumbuhan tanaman karena di dalam cangkang telur terdapat garam-garam organik, protein, air, senyawa Calsium Karbonat (CaCOᴣ) dan Magnesium Karbonat (MgCOᴣ), senyawa-senyawa tersebut sangat diperlukan oleh tanaman untuk pertumbuhan.

           






2
BAB II
KAJIAN PUSTAKA
2.1 Cangkang telur
Telur adalah salah satu bahan makanan asal ternak yang bernilai gizi tinggi karena mengandung zat-zat makanan yang sangat dibutuhkan oleh tubuh manusia seperti protein dengan asam amino yang lengkap, lemak, vitamin, mineral, serta memiliki daya cerna yang tinggi (umar. 2000).
Struktur fisik telur terdiri dari tiga bagian utama, berturut-turut dari yang paling luar sampai yang paling dalam, yaitu kerabang telur (egg shell) ± 12,3 %, putih telur (albumen) ± 55,8 % dan kuning telur (yolk) ± 31,9 %. Struktur telur itik hampir sama dengan telur ayam, kecuali besar bagian-bagiannya yaitu telur itik mengandung kuning telur 7 % lebih banyak dan putih telur 5 % lebih sedikit dari telur ayam (zulfikar. 2008).
Menurut Romanoff (1963) kuning telur berbatasan dengan putih telur dan dibungkus oleh suatu lapisan tipis yang disebut membran vitelin. Kuning telur memiliki struktur yang kompleks yang terdiri dari latebra, bintik punat, lapisan lapisan konsentris terang (light yolk layer) dan gelap (dark yolk layer). Menurut Buckleetal., (1985) posisi kuning telur yang baik adalah di tengah-tengah telur. Posisi kuning telur akan bergeser bila telur mengalami penurunan kualitas. Keadaan ini dapat dilihat dengan cara peneropongan. Kerabang telur bersifat keras, halus, dilapisi kapur dan terikat kuat pada bagian luar dari lapisan membran kerabang telur. Kerabang telur terdiri dari empat lapisan, yaitu lapisan kutikula, bunga karang (spongiosa), mamilaris, dan membran kerabang telur (zulfikar. 2008).

2.1.1  Kandungan Kimia

 Komponen kimia telur menurut Panda (1996) tersusun atas air (72.8-75.6%), protein (12,8-13,4%), dan lemak (10,5-11,8%). Komponen tersebut menyatakan bahwa telur mempunyai gizi yang tinggi ( nurjayanti. 2013).
Tepung cangkang telur mengandung kalsium (Ca) dan magnesium (Mg) yang dapat meningkatkan pH tanah. Menurut Umar (2000), cangkang telur mengandung hampir 95,1% terdiri atas garam-garam organik, 3,3% bahan organik (terutama protein), dan 1,6% air. Sebagian besar bahan organik terdiri atas persenyawaan Calsium karbonat (CaCO3) sekitar 98,5% dan Magnesium karbonat (MgCO3) sekitar 0,85%. Menurut Stadelman and Owen (1989), jumlah mineral didalam cangkang telur beratnya 2,25 gram yang terdiri dari 2,21 gram kalsium, 0,02 gram magnesium, 0,02 gram fosfor serta sedikit besi dan Sulfur (umar. 2000).

2.2 Kacang tanah (Arachis Hypogea)
           
Kacang tanah (Arachis Hypogea) adalah jenis kacang-kacang dari family Fabaceae. Tanaman ini berasal dari darata amerika selatan yang merupakan daerah tropis. Dikatakan sebagai kacang tanah karena pertumbuhan dan pematangan bijinya berada dalam tanah. Bahkan bakal biji yang tidak tertimbun tanah terancam tidak bisa membesar secara normal. Tanaman ini akan tumbuh subur ditanah yang gembur, dengan sinar matahari penuh. Kacang tanah merupakan  tanamalegum terpenting  setelah kedelai  yang memiliki  perastrategis  dalam  pangan  nasional  sebagai  sumber  protein  dan minyak nabati. Sebagai bahan pangan dan makanan yang bergizi tinggi, kacang tanah mengandung lemak 40 50%, protein 27%, karbohidrat  dan vitamin (endang. 2013)
Kacang tanah cocok ditanam didaerah yang curah hujannya 800-1.300 mm/tahun, suhu 28-32derajat C dan kelembaban 65-75% pada ketinggian 500 dpl.  Kalau ditanam pada suhu yang terlalu rendah dan curah hujan terlalu tinggi akan menyebabkan kelembaban tanah dan tumbuhnya berbagai penyakit sehingga hasilnya kurang maksimal atau bahkan gagal panen. Kesuburan tanah dan sinar matahari yang penuh sepanjang hari sangat dibutuhkan. Jenis tanah yang cocok adalah tanah yang gembur, bertekstur ringan dan subur dengan pH tanah 6.0-6.5 ( endang. 2013).

2.2.1 Kandungan Kacang Tanah

Kacang tanah (Arachis Hypogea) memiliki kandungan gizi yang cukup tinggi, tapi hati-hati bagi yang jerawatan  dan memiliki penyakit tertentu harus menghindari makanan ini. Kacang tanah banyak mengandung lemak, protein, kalsium, kalium, lesitin, kolin, fosfor, zat besi, vitamin E, vitamin B kompleks, vitamin A dan vitamin K. Dan kacang tanah juga mengandung omega 3 yang sangat penting bagi tubuh kita ( endang. 2013).



4
BAB III
METODE PENELITIAN
            3.1 Waktu Dan Tempat
Penelitian ini berlangsung selama satu bulan yaitu dari tanggal 5 mei 2013 sampai 30 mei 3013,  yang  dilakukan  di  laboratorium green house  Universitas Islam Negri Maulana Malik Ibrahim Malang.

            3.2 Alat Dan Bahan
     3.2.1 Alat-Alat yang digunakan terdiri dari:
1.      sekrop
2.      polybag/pot
3.      penggaris
4.      balok kayu
5.      plastik
6.      alat tulis menulis.
     3.2.2 Bahan-Bahan
1.      biji kacang tanah
2.      tanah aluvial
3.      cangkang telur
4.      polybag
5.      gelas aqua.

3.3 Cara Kerja
1.      Dihaluskan cangkang telur didalam wadah plastik kemudian diambil ½ gelas aqua tumbukan cangkang telur.
2.      Dicampur dengan tanah 1 gelas aqua kemudian di aduk sampai rata.
3.      Dimasukkan kedalam polybag atau pot kemudian ditanam benih kacang tanah.
4.      Diamati perkembanganya

3.4. Peta konsep
            Salah satu nutrisi yang dibutuhkan oleh tanaman adalah kalsium dalam jumlah besar, nutrisi tersebut bisa ditemukan pada kulit telur. Didalam kulit telur jika diamati dengan mikroskop terdapat 4 lapisan yaitu: lapisan pertama lapisan kutikula lapisan kutikula merupakan protein transparan yang melapisi permukaan kulit telur. Lapisan kedua yaitu lapisan busa lapisan ini bagian terbesar dari
5
lapisan kuit telur, lapisan ini terdiri dari protein dan lapisan kapur yang terdiri dari kalsium fosfat, magnesium karbonat dan magnesium fosfat. Lapisan ketiga yaitu
lapisan mamilary lapisan ini terdiri dari lapisan yang berbentuk kerucut dengan penampang bulat atau lonjong, lapisan ini sangat tipis dan terdiri dari anyaman protein dan mineral. Lapisan yang keempat yaitu lapisan membrane lapisan ini merupakan lapisan kulit telur yang terdalam, terdiri dari dua lapisan selaput yang menyelubungi seluruh isi telur. Tebalnya lebih kurang 65 mikron (nurjayanti. 2013).
            Komposisi kimia dari kulit telur terdiri dari protein 1,71%, lemak 0,36%, air 0,93%, serat kasar 16,21%, abu 71,34% (nurjayanti. 2013).
Kacang tanah atau bahasa ilmiahnya Arachis hypogaea L merupakan tanaman polong-polongan atau legum dari famili Fabaceae. Kacang ini banyak dibudidayakan di Indonesia, dan merupakan kacang terpenting kedua setelah kacang kedelai. Kacang ini memiliki ciri fisik tanaman berupa tanaman perdu setinggi 30 hingga 50 cm dan berdaun kecil (endang. 2013).
Kacang tanah kaya dengan lemak, mengandung protein yang tinggi, zat besi, vitamin E dan kalsium, vitamin B kompleks dan Fosforus, vitamin A dan K, lesitin, kolin dan kalsium. Kandungan protein dalam kacang tanah adalah jauh lebih tinggi dari daging, telur dan kacang soya (endang. 2013).




BAB IV

HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1 hasil penelitian
Cangkang telur memberikan pengaruh yang tidak nyata pada semua variable pengamatan, untuk mengetahui pengaruh dari pupuk cangkang telur terhadap pertumbuhan batang tanaman kacang tanah dapat dilakukan uji BNJ yang hasilnya disajikan dalam tabel.
Perlakuan
Minggu ke-1
Minggu ke-2
Mnggu ke-3
Rata-rata
TB
LB
TB
LB
TB
LB
TB
LB
Cangkang t
6,5 cm
2 cm
9,3 cm
3 cm
12,1 cm
4 cm
9,3
3
Tanah
5,5 cm
2 cm
8 cm
2 cm
10 cm
3 cm
7,83
2,3

                                Tabel 4.1.1 Data Hasil Pengamatan dengan uji BNJ
           
            4.2 Pembahasan
Penelitian yang berjudul pengaruh cangkang telur terhadap pertumbuhan batang pada tanaman kacang tanah bertujuan untuk Meningkatkan pertumbuhan batang pada tanaman kacang tanah.
Pemberian pupuk cangkang telur sangat mempengaruhi pertumbuha pada tanaman kacang tanah dibandingkn dengan tanah biasa, dari data diatas penulis dapat menjelaskan pada polybag pertama yang diisi dengan campuran tanah dan tumbukan cangkang telur,  pada minggu pertama tinggi batang (TB) adalah 6,5 cm dan lebar batang (LB) yaitu 2 cm, kemudian pada minggu kedua  tinggi batang (TB) mencapai 9,3 cm dan lebar batang (LB) 3 cm dan pada minggu ketiga tinggi  batang(TB) sudah mencapai 12,1 cm dan lebar batang (LB) mencapai 4 cm, pertumbuhan ini dikarenakan didalam cangkang telur terdapat senyawa-senyawa yang sangat dibutuhkan oleh tumbuhan seperti kalsium, protein, abu, serat kasar, dan lemak.
Pada polybag yang kedua yaitu diisi dengan tanah biasa dan hasilnya juga tidak jauh beda dengan bolybag yang diisi dengan pupuk cangkang telur, hasil dari polybag kedua yaitu pada minggu pertama tinggi batang (TB) adalah 5,5 cm dan
7
 lebar batang (LB) adalah 2 cm, pada minggu kedua tinggi batang (TB) adalah 8cm dan lebar batang (LB) adalah 2 cm, pada minggu ke tiga tinggi batang (TB) mencapai 10 cm dan lebar batang mencapai 3 cm. pertumbuhan pada polybag kedua ini lambat dikarenakan kurang nutrisi dan protein yang menyebabkan pertumbuhanya lambat.